Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
News

Hanny dan Yaya, Srikandi yang Berjuang Memadamkan Karhutla

4
×

Hanny dan Yaya, Srikandi yang Berjuang Memadamkan Karhutla

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Palangka Raya – Dari kejauhan, langit seperti kehilangan warnanya. Pandangan terbatas, sementara bau asap menusuk hidung. Di sejumlah kawasan, lahan gambut masih membara di bawah permukaan dan menyisakan bara yang sewaktu-waktu dapat kembali menyala. Di tengah situasi tersebut, seorang perempuan berjalan menembus kepulan asap. Nozzle selang pemadam tergenggam erat di tangannya.

Dialah Aipda Hanny, personel Direktorat Pembinaan Masyarakat Polda Kalimantan Tengah. Seragamnya berada di tengah panas dan asap. Di hadapannya, hamparan gambut yang terbakar masih membutuhkan penanganan.

Example 300x600

Aipda Hanny berada tepat di titik api dengan Nozzle nya
Turun Langsung ke Tengah Kepulan Asap

Hanny tidak sekadar berdiri menyaksikan api. Ia ikut mengarahkan semprotan air ke titik-titik yang terbakar. Sesekali asap semakin tebal. Medan gambut yang tidak rata membuat langkahnya harus dilakukan dengan hati-hati. Panas dari api juga terasa ketika berada dalam jarak dekat. Di tempat seperti itu, tugas bukan lagi sekadar tentang siapa yang harus memadamkan api.

Ada keselamatan masyarakat yang dipertaruhkan. Udara harus kembali bisa dihirup dengan lebih baik. Langit yang perlahan tertutup asap pun diharapkan kembali biru.

Sebagai anggota Polri, Hanny memiliki tugas dan tanggung jawabnya sendiri. Namun ketika karhutla meluas dan asap berdampak terhadap kehidupan masyarakat, ia memilih turun langsung ke lapangan.

Bukan untuk mencari sorotan. Kehadirannya menjadi bagian dari upaya bersama untuk menangani kebakaran yang mengancam lingkungan dan masyarakat. Api tidak mengenal seragam, jabatan, ataupun jenis kelamin.

Yaya, Relawan yang Berdiri di Barisan Pemadam

Di lokasi berbeda, ada Yaya. Ia merupakan relawan pemadam yang memilih berada di tengah situasi yang tidak mudah. Bersama para pemadam lainnya, Yaya menghadapi panas dan asap demi satu tujuan menghentikan api agar tidak terus meluas.

Yaya Saat Melakukan Pemadaman Karhutla

Hanny datang sebagai anggota Polri. Yaya hadir sebagai relawan. Latar belakang mereka berbeda, tetapi kepedulian yang membawa keduanya ke lokasi karhutla memiliki tujuan yang sama. Dua perempuan tersebut berdiri di tengah lahan gambut yang terbakar dengan satu harapan: menjaga lingkungan dan kehidupan yang ada di sekitarnya.

Satu Titik Api Berarti Banyak bagi Masyarakat

Tidak ada yang bisa memastikan berapa nilai dari keringat yang jatuh di tengah asap. Penghargaan pun tidak serta-merta menghapus rasa perih di mata akibat paparan asap. Apa yang mereka lakukan mungkin tidak memberikan keuntungan langsung bagi diri sendiri.

Namun bagi orang lain, satu titik api yang berhasil dipadamkan bisa berarti banyak. Satu rumah dapat terhindar dari ancaman api. Satu keluarga tidak harus menghirup asap lebih lama. Satu kawasan memiliki kesempatan untuk kembali bernapas.

Ketika kualitas udara memburuk dan partikel halus di udara menjadi ancaman bagi masyarakat, terutama kelompok rentan, pekerjaan memadamkan api menjadi lebih dari sekadar menangani kebakaran.

Ini tentang menyelamatkan ruang hidup. Tentang menjaga udara yang sama-sama kita hirup. Tentang mengembalikan sesuatu yang sering dianggap sederhana, tetapi menjadi sangat berharga ketika hilang yaitu langit biru.

Karhutla Adalah Tanggung Jawab Bersama

Karhutla bukan hanya persoalan mereka yang berada di lokasi kebakaran. Asap dapat bergerak melintasi batas wilayah, memasuki rumah, sekolah, jalan raya, serta ruang-ruang tempat masyarakat menjalani kehidupan.

Karena itu, tanggung jawab menjaga lingkungan tidak berhenti pada satu institusi. Hanny dan Yaya mungkin hanya dua nama dari sekian banyak perempuan yang berada di balik upaya penanganan karhutla.

Namun langkah mereka di tengah gambut yang membara menyampaikan pesan sederhana. Ketika lingkungan terluka, semua orang ikut merasakan akibatnya. Saat api datang mengancam, kepedulian tidak seharusnya hanya menjadi kata-kata.

Di tengah asap yang menutup langit Palangka Raya, mereka memilih bergerak. Mungkin hari itu langit belum sepenuhnya biru. Namun dari tangan-tangan yang terus bekerja di tengah asap, ada harapan bahwa suatu hari nanti, langit tersebut akan kembali terlihat.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *