News

Sedekah Bumi RW 02 Kelurahan Tebon, Tradisi Leluhur yang Terus Dijaga Generasi Muda

16

Sedekah Bumi RW 02 Kelurahan Tebon, Tradisi Leluhur yang Terus Dijaga Generasi Muda

MAGETAN – Nuansarealita — Warga RW 02 Kelurahan Tebon, Kecamatan Barat, Kabupaten Magetan, menggelar tradisi Sedekah Bumi atau bersih desa di kawasan Sendang Tebon Mbah Migit, Sabtu Kliwon, 5 September 2026.

Kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan dan kekeluargaan. Sedekah Bumi menjadi momentum masyarakat untuk mengungkapkan rasa syukur sekaligus menjaga tradisi dan budaya Jawa yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh para leluhur.

Sedekah Bumi atau bersih desa merupakan salah satu tradisi masyarakat Jawa yang sarat dengan nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, kepedulian sosial serta rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala nikmat, rezeki, kesehatan dan keselamatan yang diberikan.

Kepala Kelurahan Tebon, Kecamatan Barat, Kabupaten Magetan, Andri Setyo Nugroho, S.E., dalam sambutannya menyampaikan bahwa Sedekah Bumi merupakan tradisi Jawa yang sudah dilakukan secara turun-temurun sejak zaman dahulu.

Menurutnya, tradisi tersebut memiliki nilai budaya yang penting sehingga perlu terus dilestarikan, khususnya dengan melibatkan generasi muda.

“Sedekah Bumi atau bersih desa ini merupakan tradisi Jawa yang sudah turun-temurun dari zaman dahulu. Tradisi seperti ini perlu kita lestarikan dan dikenalkan kepada generasi muda, agar mereka mengetahui dan ikut menjaga warisan budaya dari para leluhur,” ujar Andri.

Ia berharap, tradisi Sedekah Bumi tidak hanya menjadi kegiatan tahunan, namun juga mampu memperkuat hubungan sosial dan rasa persaudaraan antarwarga Kelurahan Tebon.

“Semoga ke depan kita semua selalu diberikan kesehatan, keberkahan dan kedamaian. Semoga masyarakat Kelurahan Tebon senantiasa diberikan keselamatan serta dijauhkan dari segala musibah dan bencana,” harapnya.

Andri juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga kebersamaan dan semangat gotong royong dalam kehidupan bermasyarakat.

“Semoga kebersamaan, gotong royong, guyub rukun, saling peduli dan saling membantu terus kita jaga. Dengan kebersamaan tersebut, semoga Kelurahan Tebon semakin rukun, aman dan kondusif,” imbuhnya.

Menurutnya, perkembangan zaman tidak boleh membuat masyarakat melupakan budaya dan kearifan lokal yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.

Generasi muda diharapkan dapat mengambil peran dalam melestarikan tradisi tersebut sehingga Sedekah Bumi tetap hidup dan menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat Kelurahan Tebon.

Selain sebagai bentuk rasa syukur, kegiatan di Sendang Tebon Mbah Migit juga menjadi sarana mempererat tali silaturahmi antarwarga. Masyarakat berkumpul, berinteraksi dan bersama-sama menjaga suasana guyub rukun di lingkungan Kelurahan Tebon.

Dengan tetap dilestarikannya tradisi Sedekah Bumi, masyarakat berharap nilai-nilai luhur seperti gotong royong, kepedulian, kerukunan dan kebersamaan dapat terus diwariskan kepada generasi berikutnya.(agus)

Exit mobile version