SUKAMARA – Sat Polairud Polres Sukamara melaksanakan patroli kamtibmas di kawasan pinggiran Daerah Aliran Sungai (DAS) Jelai dengan menyusuri sejumlah titik yang menjadi lokasi aktivitas maupun permukiman masyarakat. Kehadiran personel dimanfaatkan untuk memantau situasi sekaligus membangun komunikasi langsung dengan warga yang sehari-hari beraktivitas di sekitar wilayah perairan, Senin (07/09/2026).
Dalam pelaksanaannya, personel memperhatikan aktivitas di tepian sungai, pergerakan transportasi air, tempat tambat perahu, serta lingkungan yang berpotensi mengalami gangguan keamanan. Warga yang ditemui diajak berbincang mengenai kondisi sekitar agar informasi terkait situasi kamtibmas dapat diketahui lebih awal dan tidak menunggu suatu permasalahan berkembang.
Personel mengimbau masyarakat untuk menjaga keamanan barang, perahu, mesin, maupun perlengkapan yang berada di sekitar tepian sungai. Warga juga diminta lebih waspada terhadap keberadaan orang yang tidak dikenal, aktivitas mencurigakan, perselisihan, maupun tindakan yang dapat mengganggu ketertiban serta segera menyampaikannya kepada petugas apabila membutuhkan penanganan.
Kapolres Sukamara AKBP Abdian Berkat Ndraha, S.I.K., S.H., M.H., melalui Kasat Polairud Polres Sukamara AKP Muhammad Sakir, S.Sos., menyampaikan bahwa masyarakat yang tinggal dan bekerja di sekitar sungai merupakan mitra penting dalam menjaga keamanan perairan. Informasi yang disampaikan warga dapat membantu personel mengenali perkembangan situasi secara lebih cepat.
Keselamatan selama menggunakan transportasi air turut diingatkan, mulai dari memastikan kondisi armada, menyediakan pelampung, tidak membawa muatan melebihi kemampuan kapal, hingga mempertimbangkan cuaca dan arus sungai. Masyarakat juga diajak menjaga DAS Jelai dengan tidak membuang sampah maupun melakukan aktivitas yang dapat merusak lingkungan perairan.
Patroli yang disertai dialog tersebut diharapkan membuat komunikasi antara Sat Polairud dan masyarakat tepian Jelai semakin terbuka. Dengan kewaspadaan warga serta kehadiran personel di lapangan, potensi gangguan dapat lebih cepat dikenali sehingga keamanan wilayah perairan tetap terpelihara. (HMS)
